Wanita ini raih omset miliaran rupiah dari bisnis selai secara online

Jalan meraih sukses memang tidak selalu mulus , kadang kita harus melalui jalan terjal untuk bahkan berliku-liku .Namun dengan tekad yang kuat ,kerja keras serta kreativitas bisa merubah nasib seorang wanita ini meraih omset miliaran rupiah dari bisnis yang dijalankannya secara online . Bahkan ia mengaku mengawalinya dengan modal kecil sekitar 200 ribu rupiah .

Berawal dari hidupnya yang kacau membuat Nani Kurniasari berusaha memperbaikinya agar kehidupannya kembali terarah . Banyak cara dilakukannya termasuk ikut Life Coaching ,sampai suatu ketika seorang coach menugaskannya untuk membuat selai sebagai salah satu tugas untuk menata kehidupannya .Tak disangka,berkat tugas tersebut Nani menuai kesuksesan yang luar biasa . Kali ini inginberbagi.com mencoba mereview dari kisah yang ditulis di majalah El Shinta edisi Agustus 2016 . Sebuah pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kisah ibu rumah tangga ini ,selamat membaca !

Nani menceritakan sebelum memulai bisnis selai ,dia pernah mencoba berbagai bidang usaha bahkan ada yang menyisakan hutang sampai miliaran rupiah .”Bisnis katering saya bangkrut dan meninggalkan hutang sebesar Rp 1,5 milliar yang kemudian membengkak menjadi Rp 2 Milliar .Semua karena kebodohan saya yang membayar hutang dengan berhutang lagi .”tuturnya. Dengan segala pengalaman pahit itu nampaknya tak membuat Nani menyerah setelah ia membereskan hutangnya kemudian ia mulai merintis lagi bisnis hijab ,bisnis barunya ini sempat berkembang besar sebentar tapi kemudian macet . Nani lantas beralih dengan membuka bisnis travel ,namun sayang lagi-lagi bisnis travelnya ini tidak bertahan lama. Kegagalan demi kegagalan yang ia temui mampu menyadarkan Nani bahwa selama ini bisnis yang ia lakukan dibangun dengan pondasi yang rapuh . “ditambah karakter saya sebagai pelaku bisnis yang hanya berorientasi pada Uang ,uang dan uang .Hanya berpikir bagaimana cara dapat uang yang banyak untuk bisa menutup hutang .”cetusnya .

Dia tak menyangka jika hal ini berpengaruh cukup besar dan membuat situasi menjadi semakin runyam.Bukannya untung tapi yang didapat malah buntung .Walaupun ia mendapat hikmah dari pengalaman tersebut namun ia mengaku sempat merasa tertekan ,itu juga yang membuatnya sempat DROP . Tak ingin terus terpuruk lantas ia membutuhkan bantuan Life Coaching .

Semangatnya kembali ketika ia ditugaskan untuk membuat selai .Dengan modal uang sebesar Rp 200 ribu untuk membeli bahan baku selai dan jar nani mulai membuat Selai . Walau disuruh membuat hanya satu selai Tapi Nani membuat 4 jenis selai yaitu stawberi ,nanas ,marmalade dan selai caramel . Namun hasilnya tidak seperti yang ia harapkan “kata coach saya rasa selainya pahit”.Akhirnya saya diarahkan untuk FOKUS membuat satu varian dulu . Saya pilih rasa caramel karena paling suka selain itu juga jarang ada yang bikin “ungkapnya.

Dari situ ia mendapatkan pelajaran bahwa “MENYENANGKAN SEKALI KETIKA MELAKUKAN SESUATU SESUAI PASSION KITA “

Ia harus mengesampingkan egonya dan mulai fokus dengan 1 jenis selai saja .Dengan semangat kemudian ia mencari semua seluk beluk yang berkaitan dengan selai mulai dari bahan baku terbaik ,cara pengolahan terbaik,kualitas rasa ,pengemasan yang baik ,sampai waktu kadaluarsa juga dipelajarinya.Meski harus bolak-balik dibenahi oleh coach tapi Nani merasa senang karena melakukan sesuatu sesuai passion kita ,kata ibu yang suka memasak ini .

Walau tidak mempunyai pendidikan bisnis ,nani banyak belajar dari ayahnya yang sangat ulet dalam berwirausaha.

Dalam membuat selai ia menggunakan peralatan yang sederhana yang memang ada di rumah dan memanfaatkan kondisi yang semaksimal mungkin ,ia berusaha untuk tidak keluar rumah dan meninggalkan anak-anaknya .

Kegagalan dalam menjalankan usaha sudah dipahami oleh Nani ,jadi ketika ia mengawali menjual selai ia hanya membuat 10 jar selai dan tak ada satupun yang laku .Akhirnya ia membagi-bagikannya saja .Tapi ia rutin membuat selai tiap hari jumat ,mau laku atau tidak .Meski resikonya ketika tidak laku jadi bulukan .Maka sebelum rusak ,ia bagikan atau dijadikan GIFT .Dari sepanjang kegagalannya itu akhirnya ia tahu bahwa selai buatannya itu mampu bertahan selama 1 bulan di suhu ruangan .Ia juga mendapatkan banyak pelajaran mengenai pemilihan bahan ,cara pengemasan yang oke ,apalagi penjualannya ia lakukan secara online ,maka ia harus memikirkan betul bagaimana cara pengemasan yang betul .

Setelah semua siap ,nani pun mantap membuka Usaha dengan nama SELAI MOVE ON ,Pemberian nama ini berhubungan dengan keadaan yang ingin MOVE ON dari masa lalunya yang kurang mengenakkan .

Kini seminggu rata-rata Nani bisa menghabiskan 100 hingga 200 dan sebulan sekitar 400 sampai 500 jar .Untuk harga eceran terendah ia jual dengan harga Rp 40 ribu dan tertinggi Rp 50 ribu .Waktu yang diperlukan membuat 1 item adalah 1 jam .Dari pemasaran secara online tersebut Selainya kini sudah tersebar ke Jawa ,sumatera , kalimantan ,Papua ,Sulawesi dan Bali . Sementara keluar negeri belum terlalu banyak .Ia mengaku melakukan riset di sosial media  Facebook , Fans Page ,dan Instagram untuk menganalisa konsumennya . Dan ia bisa menyeleksi kategori konsumennya apakah hanya sebagai penikmat atau yang berminat menjadi reseller .

Nah itu ,sedikit kisah nyata yang bisa kita jadikan inspirasi bahwa kegagalan demi kegagalan jangan membuat kita patah semangat dan melupakan impian untuk mencapai hidup yang lebih baik .

Baca juga artikel : 3 faktor penting penunjang kesuksesan bisnis MLM

MOCHAMMAD Penulis

Seorang Praktisi Bisnis Online yang menjadikan internet sebagai lahan meraih income. Berpengalaman menjalankan bisnis melalui internet sejak 2013 dan melalui Blog ini ingin membagikan sedikit informasi yang sekiranya bermanfaat untuk anda yang ingin menekuni bisnis Online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *